




SINDANGHEULA – Bank Sampah Sindangheula menggelar roadshow perdana sosialisasi pengelolaan sampah dengan menggandeng Warung Sampah Banten dan Bank Panin Dubai Syariah, Selasa (21/4/2026). Kegiatan berlangsung di Kampung Kepuh dan Kampung Benoa Lor, Desa Sindangheula, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Desa Sindangheula, Teli dari Warung Sampah Banten, serta Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah. Mereka memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah sekaligus peluang ekonomi yang bisa dihasilkan.
Kepala Desa Sindangheula menjelaskan bahwa program bank sampah ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan warga sekaligus memperkenalkan manfaat pengelolaan sampah. “Melalui bank sampah, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, bisa diubah menjadi rupiah,” ujarnya.
Dalam kolaborasi ini, Bank Sampah Sindangheula berperan sebagai penggerak dan inisiator program. Sementara Warung Sampah Banten menjadi penampung sekaligus pembeli sampah dari warga. Adapun Bank Panin Dubai Syariah hadir sebagai pelaksana teknis dalam sistem tabungan sampah, baik secara digital maupun manual.
Teli dari Warung Sampah Banten menyampaikan bahwa pihaknya siap menampung berbagai jenis sampah dari masyarakat, khususnya sampah plastik. “Kami ingin memastikan sampah dari warga bisa tersalurkan dengan baik dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah menjelaskan bahwa sistem tabungan sampah menjadi inovasi dalam pengelolaan keuangan berbasis lingkungan. “Masyarakat bisa menabung dari hasil sampah, sehingga tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Dalam program ini, terdapat tiga metode pembayaran hasil sampah yang ditawarkan kepada masyarakat, yakni dibayar secara tunai, ditukar dengan minyak sayur, atau ditabung secara digital maupun manual.
Adapun prioritas program bank sampah ini adalah menampung semua jenis sampah plastik dengan insentif sebesar Rp500 per kilogram, dengan syarat sampah dalam kondisi kering dan bersih.
Melalui roadshow ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan bernilai ekonomi di Desa Sindangheula. (Admin)