Pengajian Rutin Desa Sindangheula Perkuat Silaturahmi, Diwarnai Santunan Anak Yatim dan Sosialisasi Bank Sampah

SINDANGHEULA – Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, kembali menggelar pengajian rutin bulanan tingkat desa yang berlangsung di Mushola At-Taqwa, Kampung Kedung, Desa Sindangheula, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., M.M., Ketua BPD Amin Rohani, para ustaz, para sesepuh desa, Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta jamaah pengajian dari seluruh wilayah Desa Sindangheula, khususnya warga Kampung Kedung.

Selain menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak-anak yatim se-Desa Sindangheula sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah desa bersama masyarakat.

Tak hanya itu, para jamaah juga mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan bank sampah serta program tabungan haji yang disampaikan oleh penggiat lingkungan, Teli. Dalam penyampaiannya, Teli mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kebersihan lingkungan. Melalui program bank sampah, hasil pengelolaan sampah juga dapat dimanfaatkan sebagai tabungan, termasuk untuk membantu mewujudkan cita-cita menunaikan ibadah haji.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, mengatakan bahwa pengajian rutin bulanan merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Melalui pengajian rutin ini kami berharap silaturahmi antarwarga semakin erat, ilmu agama terus bertambah, serta keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk saling berbagi melalui santunan anak yatim dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui bank sampah,” ujar Suheli.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga Desa Sindangheula tidak hanya menjadi desa yang religius, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan memiliki semangat gotong royong yang kuat. (Admin)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top