








SINDANGHEULA – Kepala Desa Sindangheula, Suheli,S.Kom.I.,MM mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia yang berlangsung pada 14 Juli hingga 4 Agustus 2026 atas undangan Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, serta didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai Kepala Desa Sindangheula.
Program ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka cara pandang yang lebih luas tentang bagaimana sebuah desa dapat berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi melalui perencanaan yang matang, pemanfaatan teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah yang berkesinambungan.
Selama kurang lebih tiga pekan berada di Republik Rakyat Tiongkok, Suheli berkesempatan belajar, melihat, dan merasakan secara langsung bagaimana desa-desa di sana mampu berkembang dengan sangat pesat. Pengalaman tersebut memberikan banyak inspirasi yang semakin menguatkan keyakinan saya bahwa kemajuan desa dapat diwujudkan apabila seluruh potensi yang dimiliki dikelola secara serius, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Suheli sangat kagum melihat desa-desa di Tiongkok yang telah menerapkan konsep desa tematik. Setiap desa memiliki identitas dan produk unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakatnya. Bahkan hampir setiap desa memiliki kawasan industri, pabrik, maupun perkebunan yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Yang paling mengesankan bagi saya adalah kondisi desa-desa di Tiongkok yang meskipun berada jauh dari pusat kota, namun pertumbuhan ekonominya sangat maju dan tidak kalah dengan wilayah perkotaan. Infrastruktur yang memadai, pelayanan publik yang baik, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang menjadikan desa benar-benar sebagai pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.
Ia juga melihat bagaimana seluruh sektor usaha, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga industri pengolahan hasil produksi, telah memanfaatkan teknologi modern dan peralatan yang canggih. Pemanfaatan teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan produk berkualitas tinggi, serta menciptakan efisiensi dalam proses produksi. Hal inilah yang membuat dirinya sangat takjub sekaligus termotivasi untuk terus mendorong inovasi di desa.
“Menurut saya, keberhasilan Tiongkok dalam membangun desa tidak terlepas dari peran pemerintah yang memiliki komitmen sangat kuat dalam membangun perekonomian masyarakat. Pemerintah di sana benar-benar serius dalam menjalankan setiap program pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, penyediaan tenaga ahli, dukungan pembiayaan, pendampingan teknis, hingga memastikan program tersebut berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan,” jelasnya.
Ia melihat keberhasilan tersebut juga didukung oleh karakter masyarakat yang memiliki disiplin tinggi, pekerja keras, ulet, kreatif, serta memiliki semangat untuk terus berkembang. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan desa-desa yang maju, inovatif, dan mandiri.
“Sepulang dari program pelatihan ini, saya membawa semangat baru untuk terus membangun Desa Sindangheula menjadi desa yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing. Berbagai pengalaman serta praktik-praktik terbaik yang saya pelajari di Tiongkok akan menjadi referensi dalam merancang program pembangunan desa yang disesuaikan dengan potensi, karakteristik, dan kebutuhan masyarakat Desa Sindangheula.” tegasnya.
Sepulang dari Tiongkok,Suheli, bertekad untuk mengimplementasikan berbagai inovasi yang relevan, mulai dari penguatan produk unggulan desa, pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi, peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan UMKM, hingga mendorong lahirnya desa tematik yang mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Serang.
Ia pun menyadari bahwa tidak semua konsep dapat diterapkan secara langsung. Namun semangat, pola pikir, serta komitmen dalam membangun desa secara terencana dan berkelanjutan merupakan pelajaran berharga yang akan menjadi bekal dalam mewujudkan Desa Sindangheula yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
“Atas kesempatan yang sangat berharga ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak Ahmad Riza Patria, beserta seluruh jajaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, serta memfasilitasi pelaksanaan Program Pelatihan Kader Desa Indonesia ini. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, serta Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia atas kesempatan belajar yang luar biasa ini,” ungkapnya.
“Semoga ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang kami peroleh dapat menjadi bekal untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutupnya. (Admin)
#BangunDesaBangunIndonesia
#KemendesPDT
#PelatihanKaderDesaIndonesia2026
#DesaSindangheula
#BelajarDariTiongkok
#DesaMajuMandiriSejahtera